Kuta dekritbali.com – SMAN 2 Kuta Utara di dibawah pimpinan Drs. I Ketut kertha ( Kepsek ) mendapatkan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Rintisan Sekolah Bertarap Internasional ( RSBI ), oleh Dirjen Pendidikan Pusat DR. Rahmat,M.Pd. Pada hari Rabu tanggal 22 juli 2009.
Menurut Dirjen Pendidikan Pusat tujuannya adalah “ ada penilaiyan bagaimana sekolah ini menerapkan Setandar Internasional dalam pendidikan jadi ada keteria yang harus di penuhi, ada pormat khusus untuk di nilai, dalam penilaiyan untuk Kab. Badung sekolah ini ( SMAN2 Kuta Utara, red) dapat nilai yang baik, kedepan yang harus dilakukan bagaimana sekolah ini meningkatkan mutunya untuk memenuhi delapan setandar nasional pendidikan. Meningkatkan kemampuan guru – gurunya di dalam mengajar, menggunakan bahasa Inggris menjadi salah satu yang harus di tingkatkan sehingga sekolah ini dapat menjamin lulusannya dapat berkomunikasi dalam bahasa Iggris, menggunakan teknologi informasi sebagai alat untuk mempercepat kemampuan belajar guru – gurunya dan juga mempercepat peningkatan mutu lulusannya.
Di Tanya soal sekolah ini mendapatkan dana s/d lima ratus juta dan bagaimana cara pengawasannya, Beliau menjelaskan “ dalam hal pengawasan sudah ada prosedur yang di tetapkan jadi sekolah ini harus menetapkan programnya terlebih dahulu, kemudian diajukan ke pusat, setelah mendapatkan persetujuan hal itulah yang dijadikan sebagai alat untuk memantau, dan yang memantau dari pihak direktorat Pembina SMA kemudian juga yang memantau itu dari dinas pendidikan propinsi maupun kabupaten kota “
Kepala sekolah SMAN 2 Kuta Utara menjelaskan setelah selesai acara bahwa ” RSBI adalah usaha sekolah dalam hal memenuhi criteria sekolah bertarap Internasinal, yang pertama tidak ada dable ship, berarti pemerintah daerah harus membantu, kemudian terakreditasi A kami sudah lewati, kemudian sekarang adalah bagaimana bilingualnya, semua itu sudah di program dalam melakuakan WorkShop, jadi tugas kami bagaimana mengasah kemampuan berbahasa inggris, bagaimana menggunakan TI kemudian bagai mana juga melakukan pembelajaran yang enjoi yang menyentuh kebutuhan siswa yang memang menjadikan sekolah ini di senangi oleh anak – anak sehingga lebih banyak waktunya di isi untuk belajar. kan belajar itu bukan pemberian ilmu pengetahuan tetapi ia akan lebih banyak menggali, Nah untuk lebih banyak menggali inilah bawa sekolah harus memperbanyak internet nya kemudian menyediakan nara sumbernya kemudian juga menyiapkan lingkungan yang kondusip”
. Dilihat dari sarana prasarana sekolah untuk daerah Badung, Kepsek mengatakan “ SMAN2 Kuta Utara yang terlengkap, namun demikian kami tetap berupaya, misalnya dengan LCD di dalam kelas, system pembelajaran yang memang harus berkolaborasi, kalo di katakana sangat lengkap memang belum, tetapi kami mengambil contoh untuk wilayah Kabupaten Badung sekolah kami lah yang cukup lengkap sebagai contoh misalnya komputer. Kami belajar tidak belajar tentang komputer tetapi menggunakan computer, kami sudah punya lab komputer, isinya lima puluh komputer sedangkan kelasnya setiap kelas ada empat puluh orang jadi sarana sudah ada tinggal melengkapi saja,
Dalam tahap pertama pemenuhan sarat RSBI minimal dalam satu kelas di isi 32, Kepsek menjelaskan ‘ memang kita belum bisa memenuhi itu, diharapkan ke depan dengan bantuan Pemda untuk penambahan gedung baru dan juga dukungan orang tua siswa pelayanan mana yang di harapkan, walaupun demikian kelas kita isi maksimal 40 jadi masih terjangkau dan ada yang disi 32 murid itu baru dua kelas di kelas satu dan dua kelas di kelas dua.(*)