SMAN 1 Mengwi, Meraih Piala SISPALA Tingkat Nasional

DSC00995Mengwi, dekritbali.com – Sekolah Menengah Atas memiliki tiga kurikulum pokok pendidikan yaitu Bidang IPA, IPS dan Bahasa, kurikulum ini mencerminkan keinginan dan kebutuhan lingkungan sekolah termasuk masyarakat dan industri. sekolah Menengah Atas Negeri 1 Mengwi di bawah kepemimpinan Drs. I Ketut Sukananta merasa bangga dengan menjadikan kurikulum bidang Bahasa menjadi unggulan dalam pendidikan di sekolahnya, berdasarkan kebutuhan industri Pariwisata maka kurikulum bidang bahasa ini seperti Bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan Bahasa Jepang menjadi pilihan yang pas untuk mendukung kebutuhan industri pariwisata kedepan imbuhnya.

Untuk menggolkan program bidang Bahasa ini pihak sekolah mengikut sertakan muridnya dalam setiap event perlombaan baik tingkat Provinsi maupun Nasional prinsifnya kalo sudah tiga kali kita menjadi juara tingkat provinsi maka kita ikut sertakan lomba tingkat Nasional dan semua biaya di tanggung pihak sekolah, “Tahun kemarin Kami telah berhasil meraih penghargaan tiga kali tingkat provinsi dan satu kali tingkat Nasional bidang bahasa Asing.” Ini di sampaikan Sukanata sebagai mantan Instruktur Akutansi Tingkat Nasional dari tahun 1984 s/d 1994 kepada dekrit.com ketika di temui di kantornya.

Kegiatan unggulan lainya lebih lanjut di sampaikan Sukanata yang sudah tujuh tahun memimpin SMANEGERI 1 Mengwi sekolah nya mempunyai kegiatan SISPALA (Siswa Pencinta Alam ) programnya menurunkan sampah pelastik dari Gunung, menurutnya banyak masyarakat yang datang ke gunung tempat peribadatan seperti Gunung Mangu membawapelastik dan di buang sembarangan, padahal kita tahu bahwa sampah pelastik ini butuh ratusan tahun untuk bisa hancur. Jadi tugas kita untuk peduli dengan cara mengambil plastik plastik ini dan di buang ke tempat yang seharusnya, melalui program SISPALA ini semua itu bisa di laksanakan,” Bahaya sampah pelastik itu sangat luar biasa, untuk apa kita hidup gedung bagus tapi kalau lingkungan kotor tidak ada artinya apalagi gunung itu sekarang sumber mata air Denpasar saja kan sekarang sudah kerisis air apalgi kalo di tambah gunung gunungnya penuh dengan sampah pelastik,”. kita bekerja sama dengan pihak seponsor dalam penyediaan kendaraan, kita di Bantu oleh se orang pengusaha Marmer Indah di Bali Pak mulyono yang juga seorang pencinta alam, kita rutin melakukannya satu kali dalam satu bulan dan kita juga telah mendapatkan piala, juara satu tingkat Provinsi dan juara dua tingkat Nasional untuk tahun ini di bidang SISPALA.

Kedepannya karena mendapatkan juara tingkat Nasional menurut Sukanata yang juga mantan Guru di SMA NEGRI 5 Denpasar 1973 dan resmi di angkat tahun 1976 dan pernah menjabat sebagai kepala Sekolah di SMA PETANG dari tahun 2000 s/d 2003, menurut alumnus IKIP Malang yang menamatkan serjana nya di UNUD Singaraja ini  ada yang menawarkan bantuan mesin pengolahan sampah pelastik tugas kita adalah menyediakan lahan untuk program lanjutan tersebut, semoga saja dengan program ini mengangkat potensial murid kita untuk lebih peduli lingkungan dan di bawa nantinya ke tingkat masyrakat umum, bukan saja berprestasi dalam bidang akademi tapi juga berprestasi dalam bidang lainya yang sama pentingnya untuk kehidupan kedepannya .(*)

About the Author