DARAH MUNCRAT, DI LP KROBOKAN


Canggu, dekritbali.com -  Senin (5/10) pukul 15.00 Wita, dua orang pemuda terlibat baku hantam  di depan LP Kerobokan Jalan Raya Pengubengan Kauh, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung (TKP).  Itulah yang dilakukan I Gusti Ngurah Atmaja,38, warga yang tinggal di Banjar Pengubengan Kauh, Kerobokan Kelod Kuta Utara, Badung terhadap I Gusti Bagus Wira Negara,26, tinggal di Banjar Pengubengan Kauh, Kerobokan Kelod Kuta Utara, Badung,).

 

Kapolsek Kuta Utara AKP SI Ngurah Dharma didampingi Kanit Reskrim Iptu Arief Prasetya Selasa (6/10) diruang kerjanya kemarin menerangkan, sebelum pisau dapur tersebut  menancap didada kanan korban hingga korban mengalami koma dan dilarikan ke RSUP Sanglah, Denpasar. Sejatinya, peristiwa ini bermula, pada saat korban dan Jeni Marina,23, yang tak lain adalah, istri korban keluar rumah untuk pergi kesebuah warung.  Baru sampai warung tiba-tiba ibu korban menyuruh korban untuk kembali kerumah Korban yang mendapat perintah dari sang ibu, saat itu korban pun kembali kerumahnya,”ungkap pria berambut tipis ini pada dekritbali.com.

 

Nah, disinilah malapetaka tersebut terjadi, begitu korban sampai rumah,  kebetulan tersangka ada disana, seketika itu juga korban menegur  tersangka. Begitu korban menegur tersangka, kemudian disinilah antara mereka terlibat ribut kecil. “Saat mereka ribut atau adu mulut. Istri korban sempat mendengar. Karena penasaran istri korban langsung melihat kesana. Ketika istri korban sudah sampai disana, ternyata suaminya sedang dikejar oleh tersangka,”ucap Dharma.

 

Sementara itu Kanit Reskrim Iptu Arief Prasetya menambahkan, sampai di TKP, kedua orang tersebut langsung bergulat. Pergulatan yang sengit antara korban dan tersangka ini berakhir pada penusukan. “Dada kanan korban ditusuk dengan pisau dapur. Setelah menusuk tersangka kabur. Namun apa yang terjadi, ketika korban melangkah dengan memegang dada kanannya yang terluka, saat itu ketika sampai didepan istri  korban langsung roboh. Tidak mau sesuatu terjadi lebih parah, istri korban dibantu warga sekitar langsung melarikan korban ke RS Sanglah dan dilanjutkan melaporkan kasus ini ke Polsek Kuta Utara.

 

Arief menjelaskan, sebelum tersangka diamankan anggota buser Polsek Kuta Utara di Jalan Raya Kerobokan dan barang bukti pisau yang masih bersimbah darah, ditemukan didepan rumahnya pada pukul 19.00 Wita, (Senin-red). Penangkapan yang dilakukan terhadap tersangka ini merupakan petunjuk dari korban dan para saksi kuat yang melihat kejadian tersebut. Awalnya, anggota buser Polsek Kuta Utara yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara langsung datang ke alamat dimana tersangka tinggal. Namun, disana tersangka tidak ada. Tidak mau kehilangan jejak anggota buser kemudian menyanggongi tempat dimana istri tersangka bekerja sebagai penjaga Villa.. “Saat kami ada disana, kami berpapasan dengan tersangka yang kebetulan hendak menemui istrinya tersebut. Ketika tersangka melihat banyak orang, ia langsung kabur dan pada akhirnya kami ditangkap di Jalan Raya Kerobokan,”ujarnya.

 

Pria berkulit hitam manis ini menuturkan, saat ditangkap tersangka mengaku, kalau barang bukti pisau itu ia buang didepan rumah dan rencananya ia datang ketempat istrinya hendak mengambil hp dan berpamitan sama istri untuk pergi kelombok. “ Disisi lain, I Gusti Ngurah Atmaja ketika dikeler keruang Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara, dalam memberikan keterangan, tersangka malah berbelit-belit atau plantat-plintut.**

 

 

About the Author