Denpasar, dekritbali.com – Wacana peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Hindu saat ini sedang menjadi perbincangan hangat. Peningkatan kualitas pendidikan agama di sekolah juga di pertanyakan dengan adanya kasus minimnya guru agama Hindu. Disampaikan Oleh Drs IGAK Suthayasa, MSi, Kepala Kanwil Departemen Agama Provinsi Bali, dalam berupaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) untuk memenuhi tuntutan kualitas guru-guru agama Hindu mulai dari TK sampai ke SMA sering di adakan Orientasi – orientasi melalui guru atau melalui perkumpulan para guru yang di sebut Kelomok Kerja Guru ( KKG ) juga melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran( MGMP ). Dilakukan juga kegiatan sertifikasi guru, sejak tahun 2007 dan dilakukan setiap tahun sehingga total guru Agama Hindu di Bali yang sudah tersertifikasi sampai tahun 2009 sebanyak kurang lebih 4000 guru di tambah guru guru yang merangkap sebagai pendidik mata pelajaran yang lain.
Lebih lanjut Suthayasa menjelaskan untuk mendukung kualitas SDM pihaknya melengkapi sarana prasarana seperti menyiapkan buku pelajaran, alat peraga alat permainan anak anak di TK, kalo untuk pendidikan ke agamaan sesuai dengan PP NO. 55 Tahun 2007 membagi pendidikan keagamaan menjadi tiga yaitu Pendidikan pasraman pormal, pasraman non pormal dan pasraman inpormal. Pesraman pormal sebuah pasraman yang di laksanakan secara kontiunyu berkesinambungan ada jenjangnya mulai dari pratama widya kasraman TK, Adi widya kasraman SD, mahdiama widya kasraman SMP, utama widya kasraman SMA, ini masih menunggu pelaturan mentri Agama yang menjadi pejabaran lebih lanjut dari PP, belum keluar peraturannya tetapi di bali sudah siap tinggal menunggu PP sebagai payungnya di jelaskan oleh Suthayasa kepada dekrit.cim di kantornya. Lebih lanjut Suthayasa menjelaskan ntuk Pesraman Non Pormal dilakukan kegiatan nyata di lapangan yang di sebut darma sadana, untuk tahun 2009 dilakukan dua kali di karang Asem dan Buleleng di samping nantinya di laksanakan di masing masing pasraman yang sipatnya berkala bisa dilakukan satu minggu sekali atau pada saat liburan sekolah untuk menunjang kualitas pendidikan ada juga sipatnya memberikan bantuan kepada yayasan yang bergerak di bidang pendidikan, dalam bentuk beasiswa seperti kalo SD di Bantu 100 ribu/ bulan, SMP 150 ribu/bulan dan SMA 200 ribu/ bulan yang di berikan per satu tahun sekali kalo untuk Maha siswa S1 di bantu10 juta yang di berikan oleh Kanwil Pusat.
Untuk jumlah guru Agama di jelaskan oleh Drs. I Made Arya M. Ag, Kepala Bidang Pendidikan Agama Hindu Kantor Wilayah Departemen Agama Prov. Bali. Untuk SD sampai dengan SMA, jumlah guru tetap kurang lebih 4122 guru, sedangkan untuk guru Honorer sekitar 728 guru yang tersebar di wilayah Bali. Berhubungan dengan peningkatan kualitas Made Arya menambahkan bahwa di jajarannya sedang mengadakan kegiatan Seleksi pengawas berprestasi yaitu petugas yang mengawasi guru Agama Hindu untuk Provinsi Bali, kegiatan ini di ikuti oleh 9 kabupaten kota yang akan di adakan dalam waktu dekat ini untuk seleksinya sudah di mulai dari tanggal 9 September rencana sampai tanggal 13, Kita rencananya besok tanggal 10 September akan melakukan Pendalaman mengenai hal ini ke Batam, rencana di adakannya acara ini bertujuan untuk menjaring SDM yang berkualitas dan handal dalam rangka peningkatan mutu pendidikan Agam Hindu di Sekolah. **