DENPASAR, dekritbali.com – Untuk meningkatkan mutu peningkatan kualitas pembinaan pendidikan Agama dan pendidikan keagamaan dalam jangka kurun waktu lima tahun kedepan Kanwil Departemen Agama Propinsi Bali bertekad untuk membuat suatu program unggulan.Hal tersebut seperti dikatakan Drs Made Arya, S.Ag kemarin, untuk memantapkan program tersebut bidang dan tujuan sebagai tugas yang di emban oleh Dep Agama senantiasa bertujuan seirama dengan tuntutan Visi Pendidikan Nasional dalam Sindiknas berhasrat menghasikan insane Indonesia cerdas dan kompetitif. Arya mengatakan kecerdasaan yang dimaksud adalah, cerdas spiritual, cerdas dan emosional dan social. Sedangkan cerdas disini dimaksudkan, intelektual dan cerdas kinestetik.
“Saya disini sangat mengharapkan khususnya untuk pembangunan SDM Departemen Agama ini, mampu menyumbangkan kostribusi pendidikan agama khususnya dalam mewujudkan dan mengangkat kecerdasan spiritual dan kecerdasaan emosional,”ujarnya. Arya menambahkan, untuk menggolkan tujuan tersebut tidaklah mudah sejatinya itu semua memerlukan upaya dan strategi serta biaya yang besar serta memerlukan koordinasi dan kerjasama serta memperhatikan seluruh komponen bangsa tak terkecuali pemerintah yang alurnya melalui Departemen Agama.
Dalam hal ini juga Arya menyinggung tentang peningkatan peserta didik disekolah formal dan sekolah umum. Baginya, kendati sekolah tersebut banyak menyediakan mata pelajaran, apabila dikoreksi banyak juga yang memunculkan suatu persoalan maka dari itu pendidikan agama yang belum tertangani dengan baik antara lain pengadaan buku-buku harus dilengkapi. “Saya menguraikan demikian agar SDM manusianya sendiri, sarana pendidikan dan sebagainya berjalan baik,”imbuhnya.
Agar masalah pembangunan agama secara umum dapat berjalan, tentunya ada unsur kesulitan untuk mengukurnya. Hal tersebut dikaitkan setelah masalah itu apakah sudah berhasil atau apabila berhasil seberapa jauh hasil yang dapat dicapai. Arya menuturkan masalah adanya karakter dan sifat agama itu sendiri adalah, abstrak. “Itu semua dapat ditentukan dengan kunci SDM berkualitas pada tataran iman dan takwa pada tuhan,”akunya. Arya menjelaskan, berkaitan dengan fungsi sentral tersebut maka perlu diidentifikasi masalah yang muncul dalam proses pendidikan kantor wilayah dep. Agama propinsi Bali antara lain, masalah pemertaan pendidikan agama termasuk perluasan akses pendidikan belum terwujud.
Arya menguraikan untuk mengatasi masalah yang muncul dalam pelayanan pembinaan pendidikan agama Hindu berdasarkan apa yang telah diuraikan sebelumnya analisa masalah dibuat alternative seperti, terhadap kondisi kekurangan guru sebanyak 3.294 di upayan dengan memanfaatkan guru yang ada secara maksimal diantara sekolah yang berdekatan dan lain-lain. “Untuk mewujudkan arah pembangunan tersebut maka pemerintah musti merancang dan memberikan stimulus yang merata dan berkesinambungan agar bangsa ini maju serta mendukung kwalitas SDM yang agamis dan bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa.”tutupnya.