SMP N 3 Abiansemal, Melatih Anak Didiknya Untuk Mencintai Lingkungan Dengan Diadakannya Lomba Kelas Sehat

BADUNG, dekritbali.com – Setelah sukses menjadi juara Usaha Kesehatan Sekolah ( UKS ) Provinsi Bali, tembus juga sebagai juara di tingkat Nasional SMP N 3 Abian Semal terus meningkatkan mutu kualitas pendidikan di samping tetap memupuk kegiatan ekstra kurikuler yang jumlah nya mencapai 32 jenis ekstra. Untuk menunjang peningkatan mutu kualitas pendidikan tidak sedikit dana yang harus di keluarkan tetapi menurut Kepala SMP N 3 Abiansemal Drs. I Wayan Sukadana, M.M dengan adanya dana BOS meningkat, untuk oprasional sekolah sudah bisa di penuhi.

Dalam peningkatan kegiatan ekstra kurikuler sesuai bakat dan minat menurut Sukadana ketika di temui di kantornya kemarin hari Senin tanggal 9 Nopember 2009 menjelaskan, karena banyaknya peminat yang mengikuti kegiatan ini, dan untuk meraih juara di tingkat Nasional maka SMP N 3 Abiansemal tetap mengadakan kegiatan lomba Kelas Sehat, di antara kegiatan lomba yang sudah di lakukan kemarin yaitu dalam rangka Hari Sumpah Pemuda, anak – anak kami ajak untuk di didik dan terlatih peduli terhadap lingkungan dengan cara mengumpulkan sampah pelastik, di lakukan rutin dalam satu bulan sekali setiap minggu pertama dan di ikuti oleh semua, baik itu guru dan juga murid begitu juga masyarakat di sekitar kita ajak untuk peduli dengan cara mengumpulkan sampah pelastik di rumahnya masing – masing terus di akhir bulan di di kumpulkan di sekolah. Untuk pengolahan sampah pelastik tersebut Sukadana menambahkan kita bekerja sama dengan koperasi yang sama – sama peduli terhadap lingkungan, mereka mengmbil kesekolah setelah terkumpul di timbang. Hasil dari pada penjualan pelastik ini, inilah yang dijadikan untuk merangsang anak – anak mendapatkan hadiah dari lomba kelas sehat ini.

Sebagai kepedulian terhadap lingkungan sekolah Sukadana menjelaskan bahwa di sekolah yang dia pimpin sudah memiliki kelompok anak anak pencinta lingkungan yang dalam kegiatannya bertugas mengumpulkan sampah pelastik yang ada di lingkungan sekolah. Lebih lanjut Sukadana yang lulusan S 1 Matematika di Universitas Saraswati ini menekankan bahwa kegiatan utamanya di sekolah ini adalahmemfokuskan untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan. Sekolah kami sebagai juara 1 Provinsi Balikerindangan pada tahun 2006, juara 2 Wiyata Mandala Provinsi Bali 2007, Juara satu UKS Propinsi Bali 2007, dan UKS juara harapan 2 tingkat nasional 2008. Mendapat penghargaan dari Bali travel News karena penataan sekolah kita menerapkan konsep Tri Kita Karana ( tiga penyebab kebahagiaan ).

SMP N 3 Abiansemal yang sukses untuk tahun kemarin 321 lulus 100% , dan untuk ujian tahun mendatang mencapai 390 siswa, dalam kesempatan ini Kami juga sangat berterima kasih terutama untuk pemerintah kabupaten Badung karena sudah konsisten sekali boleh di bilang untuk di Bali pemerintah Badung yang bisa mendampingi dengan dana BOS. Kami dan guru-guru PGRI sering mengusulkan bahwa sarana dan prasarana secara bertahap harus di rubah, bahwa sekarang untuk daerah badung gedung-gedung sekolah sudah mulai bagus di mulai dari sekolah Dasar dan sekarang mulai merambah ke SMP, SMA. Bahkan untuk 2010 ini pemerintah akan mengeluarkan 240 unit computer yang di bagikan untuk sekolah dari tingkat SD sampai SMA termasuk SMK.

Hal yang lainnya memang kedepan ini pemerintah akan lebih banyak untuk mendanai karena dengan imej wancana pendidikan geratis dari pemerintah, tetapi misnya sedikit masyarakat ingin cepat menikmati. Kesenjangan ini kita di bawah yang agak sulit, kalo ada sumbangan sukarela, yang betul-betul di berikan dengan hati yang tulus dan iklas tanpa paksaan dan sebagainya. Asalkan dengan aturan tertentu, program yang jelas dan pemakaian yang jelas dan meningkatkan mutu secara umum di sekolah kan tidak masalah karena pendidikan impestasi jangka panjang. Sukadana menyikapi dengan beredarnya isu pungutan liar, lebih lanjut Sukadana menerangkan bahwa sementara ini bantuan dana BOS belum bisa di maksimalkan untuk kegiatan kita di sekolah seperti kegiatan-kegiatan perlombaan. Personijar, gerak jalan dan lain-lain, lomba-lomba seperti ini cukup banyak menghabiskan dana, kalo kita tidak ikut lomba kita tidak bisa melakukan tolak ukur, apa tolok ukur bahwa sekolah kita berprestasi mampu apa tidak, kalo kita lomba pasti menghabiskan dana dan dana itu tidak boleh mengmbil dari dana BOS, di sinilah peran masyarakat terutama masyakat yang berlebih supaya sadar bahwa pendidikan ini adalah tanggung jawab bersama apalagi yang kita didik termasuk anak-anaknya, kalo memang ada dana bersama-sama silahkan di sumbangkan, bukan sekadar untuk anak-anaknya saja juga membantu anak didik yang orang tuanya kurang mampu.

Lebih lanjut Sukadana menjelsakan peran penting sekolah dalam menyokong untuk kemajuan pendidikan yang berkualitas dan bermutu dengan biaya yang sudah di bantu pemerintah, tetapi  jangan juga di tutup peran masyarakat, karena peran masyarakat sekarang ini masih kita butuhkan, manfaatnya bagi siswa yang orang tuanya tidak mampu betul- betul bisa kita geratiskan ini kuncinya. Selama ini tetap kami melakukan subsidi silang jadi anak-anak yang orang tuanya tidak mampu tidak sampai putus sekolah dan ini berjalan dari dulu dari mulai turunnya dana BOS, apalagi sekarang dengan wajib belajar sembilan tahun berpikirnya kita bagaimana bisa memberikan peluang untuk anak-anak bisa bersekolah. Sukadana mengakhiri.(*)

About the Author