Motivasi Peminpin Menentukan Kualitas Kinerja Seorang Guru Yang Profesional

DENPASAR, dekritbali.com – Perhatian Pemerintah terhadap dunia pendidikan untuk saat ini cukup besar dan memang seharusnya seperti itu karena seluruh aspek kehidupan masyarakat awalnya adalah pendidikan, seharusnya pemerintah bisa mengampanyekan bahwa kepentingan yang nomor satu adalah pendidikan, dengan tujuan, merubah cara berfikir masyarakat model dulu, di mana masih ada masyarakat pedesaan yang menganggap bahwa sekolah itu kurang perlu dengan alasan bisa bertani, sudah dapat mencukupi kebutuhan hidup. Kalo cara berfikir ini terus berkembang maka lama kelamaan kita akan tertinggal jauh, dan yang lebih parah di khawatirkan tenaga- tenaga penting akan datang dari luar kalo kita tidak mau sekolah. Hal ini di sampaikan oleh kepala sekolah SMA PGRI 6 Denpasar Drs. I.G.B. Wiadnyana, M.M. bahwa bagai mana caranya kita merubah agar seluruh lapisan masyarakat di Indonesia memiliki persepsi, yang terpenting adalah sekolah, tanpa sekolah kita tidak bisa hidup secara normal.

Lebih lanjut Wiadnyana menambahkan, kalo cara berfikir kita sudah menganggap bahwa sekolah itu penting, hubungannya bahwa sekolah itu perlu Guru. Kalo guru sudah hidupnya baik, sejahtra maka guru akan dengan rela hati menularkan ilmunya terhadap anak didik, tetapi sebaliknya bila guru hidupnya masih serba kekurangan, bagai mana berfikir untuk mengajar, untuk menghidupi dirinya saja belum cukup. Maka sudah sewajarnya kalo pemerintah memperhatikan nasib guru.

Menurut Wiadnyana kepala sekolah yang murah senyum ini, berbicara kualitas kinerja guru pemerintah jangan beranggapan bahwa dengan menaikan gaji guru, kinerja guru itu akan meningkat, belum tentu. Alasannya bahwa khususnya guru di swasta termasuk juga di negeri, kalo guru sudah mendengar ada kenaikan gaji, meraka akan senang, senang bukan berarti mau merubah diri untuk peningkatan kinerja guru. Tetapi yang paling berperngaruh terhadap peningkatan kinerja guru itu adalah bagaimana seorang pimpinan mampu mengemong, memotivasi agar guru bisa meningkatkan diri dalam melaksanakan tugas. Kinerja guru ditentukan oleh motivasi seorang pimpinan, sebagai contoh kalo seorang pimpinan tidak pernah memperhatikan gurunya, apakah gurunya itu mau belajar, apakah gurunya mau mengajar, bagai mana system mengajarnya apa sudah sesuai dengan tuntutan kurikulum dan lain lain. Biar gajinya di naikan dari satu juta menjadi sepuluh juta, akan tetap bertingkah laku seperti yang sudah lewat Wiadnyana mengungkapkan pendapatnya, Sedangkan di pihak lain kita di tuntut adalah guru propesional.

Berbicara tuntutan mengenai guru professional, di jelaskan Wiadnyana mengenai Kriteria guru professional di antaranya menurut Wiadnyana:

1. Guru memahami kurikulum

2. Guru mampu membuat kisi- kisi

3. Guru mampu membuat silabus

4. Guru mampu membuat rencana pembelajaran, materi pembelajarannya seperti apa sesuai kurikulum, alat evaluasinya apa.

Kalo ini sudah di pahami guru akan di tuntut untuk meningkatkan kemampuan, sesuai dengan tuntutan jaman sekarang. Kalo guru jaman dulu pakai kapur sekarang ganti pakai sepidol, bahkan sekarang sudah pakai LCD, kalo tuntutannya seperti itu maka guru akan berpikir, mereka sbagai guru harus berpikir professional.

Alasan kenapa guru harus bisa meningkatkan kualitas diri sesuai dengan tuntutan jaman, di jelaskan Wiadnyana bahwa,

1. Guru akan malu menjadi guru, karena muridnya lebih pinter dari gurunya.

2. Di perkirakan 2 tahun lagi, kelas ini tidak akan ada papan tulis, yang ada hanya LCD, kalo anda tidak belajar tentang cara pembuatan media pembelajaran, bagai mana bisa jadi guru.

Ini langkah-langkah yang kita berikan, jadi solusinya bagi guru yang belum memiliki laptop kita Bantu untuk bagaimana guru tersebut bisa memiliki laptop. Wiadnyana mengunkapkan bahwa guru tetap di sekolah yang di pimpinnya mereka di berikan laptop. Sehingga guru bisa profesional, kalo guru sudah profesional guru tersebut tidak akan bingung lagi kalo sudah mendapat sertifikasi. Kalau sudah memenuhi syarat sesuai dengan pengalaman kerja , mengikuti sertifikasi pasti akan lulus. Wiadnyana mengunkapkan harapannya.(*)

About the Author