Bali, dekritbali.com – GANGGUAN kamtibmas tahun 2009 di Bali secara umum mengalami penurunan dibandingkan tahun 2008. Namun demikian, kasus keseluruhan yang terjadi di Bali mencapai ribuan kasus. Dari ribuan kasus tersebut, kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih mendominasi.
Dari data Polda Bali yang didapat, kasus yang terjadi di tahun 2009 (Januari- November) sebanyak 5.345. Secara rinci, untuk di Dit. Reskrim Polda Bali terjadi sebanyak 420 kasus, Poltabes Denpasar (1.122 kasus), Polres Buleleng (623 kasus), Polres Tabanan (198 kasus), Polres Gianyar (285 kasus), Polres Klungkung (118 kasus).
Sementara, untuk Polres Bangli sebanyak 94 kasus, Polres Karangasem (197 kasus), Polres Jembrana (205 kasus) dan Polres Badung (223 kasus). Dalam hal ini, di wilayah hukum Poltabes Denpasar yang paling banyak terjadi kasus kriminal. ‘’ Di bandingkan tahun 2008, tindak kriminal menurun hingga 9, 72 %,’’ kata Kapolda Bali Irjen Pol. Drs. Sutisna, Selasa (29/12) kemarin.
Kapolda juga membeberkan, selain kasus curat (711 kasus) dan curanmor (348 kasus), kasus lain yang terjadi di Bali yakni kasus curas (pencurian dengan kekerasan), anirat (penganiayaan berat), pembunuhan. ‘’ Untuk kasus curas terjadi 68 kasus. Kasus ini mengalami peningkatan menjadi 118 atau setara dengan 73,53 %,’’ jelas Kapolda Sutisna ketika jumpa pers akhir tahun kemarin.
Sementara, kasus anirat mengalami penurunan, dari 17 kasus menjadi 9 kasus. Artinya, penurunan tersebut setara dengan 45,05 %. Kasus yang terakhir adalah kasus pembunuhan. Di tahun 2009, terjadi 12 kasus pembunuhan. ‘’ Kalau tahun 2008 terjadi 20 kasus pembunuhan. Berarti mengalami penurunan sebanyak 8 kasus atau setara dengan 40 %,’’ ujarnya.
Untuk kasus judi, jumlah kasus yang terjadi yakni 710 kasus. Sementara, untuk kasus judi pada tahun 2008 sebanyak 552 kasus. Kasus judi yang dimaksud yakni togel, sambung ayam, main kartu, bilyar, bola adil dan permainan dadu. Di bandingkan tahun lalu, kasus judi ini meningkat. ‘’ Kita akan terus berupaya untuk membrantas kasus perjudian,’’ tegasnya.
Bagaimana langkah Polda Bali untuk menyikapi kasus di tahun 2010? Kapolda Sutisna menyebutkan, pihaknya selalu berupaya keras untuk menekan angka criminal. Sejak menjabat sebagai Kapolda Bali, dirinya berkomitmen untuk berusaha mengamankan Bali dari segala bentuk gangguan. ‘’ Kita selalu berupaya dan terus berupaya,’’ ucapnya di dampingi Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugianyar kemarin.
Untuk upaya mengamankan Bali , orang nomor satu dim Polda Bali ini menyebutkan pihaknya akan mengambil langkah-langkah seperti preemtif, prepentif dan langkah represif. ‘’ Terjadinya kasus-kasus tersebut lantaran kurangnya kewaspadaan masyarakat terhadap sumber ancaman,’’ terang Kapolda Sutisna.
Dengan demikian, pihaknya akan terus melakukan operasi secara maksimal. Patroli-patroli akan ditingkatkan, keberadaan polisi di lapangan ditambah dan dilakukannya razia-razia secara rutin. ‘’ Selain itu, kita akan melakukan penyuluhan-penyuluhan dan peran Babin kamtibmas akan dioptimalkan.( Dika )