<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DEKRIT BALI.com &#187; Pendidikan</title>
	<atom:link href="http://www.dekritbali.com/category/pendidikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.dekritbali.com</link>
	<description>deteksi dengan kritis</description>
	<lastBuildDate>Tue, 19 Jan 2010 12:41:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Motivasi Peminpin Menentukan Kualitas Kinerja Seorang Guru Yang Profesional</title>
		<link>http://www.dekritbali.com/2009/11/13/motivasi-peminpin-menentukan-kualitas-kinerja-seorang-guru-yang-profesional/</link>
		<comments>http://www.dekritbali.com/2009/11/13/motivasi-peminpin-menentukan-kualitas-kinerja-seorang-guru-yang-profesional/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 02:40:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dekritbali.com/2009/11/13/motivasi-peminpin-menentukan-kualitas-kinerja-seorang-guru-yang-profesional/</guid>
		<description><![CDATA[DENPASAR, dekritbali.com &#8211;  Perhatian Pemerintah terhadap dunia pendidikan untuk saat ini cukup besar dan memang seharusnya seperti itu karena seluruh aspek kehidupan masyarakat awalnya adalah pendidikan, seharusnya pemerintah bisa mengampanyekan bahwa kepentingan yang nomor satu adalah pendidikan, dengan tujuan, merubah cara berfikir masyarakat model dulu, di mana masih ada masyarakat pedesaan  yang  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.dekritbali.com/category/pendidikan/"><img class="alignleft" src="http://i694.photobucket.com/albums/vv304/Yadi_photograf/DSC01423.jpg" alt="" width="156" height="207" /></a>DENPASAR, dekritbali.com &#8211;  Perhatian Pemerintah terhadap dunia pendidikan untuk saat ini cukup besar dan memang seharusnya seperti itu karena seluruh aspek kehidupan masyarakat awalnya adalah pendidikan, seharusnya pemerintah bisa mengampanyekan bahwa kepentingan yang nomor satu adalah pendidikan, dengan tujuan, merubah cara berfikir masyarakat model dulu, di mana masih ada masyarakat pedesaan  yang  menganggap bahwa sekolah itu kurang perlu dengan alasan bisa bertani, sudah dapat mencukupi kebutuhan hidup. Kalo cara berfikir ini terus berkembang maka lama kelamaan kita akan tertinggal jauh, dan yang lebih parah di khawatirkan tenaga- tenaga penting akan datang dari luar kalo kita tidak mau sekolah. Hal ini di sampaikan oleh kepala sekolah SMA PGRI 6 Denpasar Drs. I.G.B. Wiadnyana, M.M. bahwa bagai mana caranya kita merubah agar seluruh lapisan masyarakat di Indonesia memiliki persepsi, yang terpenting adalah sekolah, tanpa sekolah kita tidak bisa hidup secara normal.<span id="more-540"></span></p>
<p>Lebih lanjut Wiadnyana menambahkan, kalo cara berfikir kita sudah menganggap bahwa sekolah itu penting, hubungannya bahwa sekolah itu perlu Guru. Kalo guru sudah hidupnya baik, sejahtra maka guru akan dengan rela hati menularkan ilmunya terhadap anak didik, tetapi sebaliknya bila guru hidupnya masih serba kekurangan, bagai mana berfikir untuk mengajar, untuk menghidupi dirinya saja belum cukup. Maka sudah sewajarnya  kalo pemerintah memperhatikan nasib guru.</p>
<p>Menurut Wiadnyana kepala sekolah yang murah senyum ini, berbicara kualitas kinerja guru pemerintah jangan beranggapan bahwa dengan menaikan gaji guru, kinerja guru itu akan meningkat, belum tentu. Alasannya bahwa khususnya guru di swasta termasuk juga di negeri, kalo guru sudah mendengar ada kenaikan gaji, meraka akan senang, senang bukan berarti mau merubah diri untuk peningkatan kinerja guru. Tetapi yang paling berperngaruh terhadap peningkatan kinerja guru itu adalah bagaimana seorang pimpinan mampu mengemong, memotivasi agar guru bisa meningkatkan diri dalam melaksanakan tugas. Kinerja guru ditentukan oleh motivasi seorang pimpinan, sebagai contoh kalo seorang pimpinan tidak pernah memperhatikan gurunya, apakah gurunya itu mau belajar, apakah gurunya mau mengajar, bagai mana system mengajarnya apa sudah sesuai dengan tuntutan kurikulum dan lain lain. Biar gajinya di naikan dari satu juta menjadi sepuluh juta, akan tetap bertingkah laku seperti yang sudah lewat Wiadnyana mengungkapkan pendapatnya,  Sedangkan di pihak lain kita di tuntut adalah guru propesional.</p>
<p>Berbicara tuntutan mengenai guru professional, di jelaskan Wiadnyana mengenai Kriteria guru professional di antaranya menurut Wiadnyana:</p>
<p>1.	Guru memahami kurikulum</p>
<p>2.	Guru mampu membuat kisi- kisi</p>
<p>3.	Guru mampu membuat silabus</p>
<p>4.	Guru mampu membuat rencana pembelajaran, materi pembelajarannya seperti apa sesuai kurikulum, alat evaluasinya apa.</p>
<p>Kalo ini sudah di pahami guru akan di tuntut untuk meningkatkan kemampuan, sesuai dengan tuntutan jaman sekarang. Kalo guru jaman dulu pakai kapur sekarang ganti pakai sepidol, bahkan sekarang sudah pakai LCD, kalo tuntutannya seperti itu maka guru akan berpikir, mereka sbagai guru harus berpikir professional.</p>
<p>Alasan kenapa guru harus bisa meningkatkan kualitas diri sesuai dengan tuntutan jaman, di jelaskan Wiadnyana bahwa,</p>
<p>1.	Guru akan malu menjadi guru, karena muridnya lebih pinter dari gurunya.</p>
<p>2.	Di perkirakan 2 tahun lagi, kelas ini tidak akan ada papan tulis, yang ada hanya LCD, kalo anda tidak belajar tentang cara pembuatan media pembelajaran, bagai mana bisa jadi guru.</p>
<p>Ini langkah-langkah yang kita berikan, jadi solusinya bagi guru yang belum memiliki laptop kita Bantu untuk bagaimana guru tersebut bisa memiliki laptop. Wiadnyana mengunkapkan bahwa guru tetap di sekolah yang di pimpinnya mereka di berikan laptop. Sehingga guru bisa profesional, kalo guru sudah profesional guru tersebut tidak akan bingung lagi kalo sudah mendapat sertifikasi. Kalau sudah memenuhi syarat sesuai dengan pengalaman kerja , mengikuti sertifikasi pasti akan lulus. Wiadnyana mengunkapkan harapannya.(*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dekritbali.com/2009/11/13/motivasi-peminpin-menentukan-kualitas-kinerja-seorang-guru-yang-profesional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SMP N 3 Abiansemal, Melatih Anak Didiknya Untuk Mencintai Lingkungan Dengan Diadakannya Lomba Kelas Sehat</title>
		<link>http://www.dekritbali.com/2009/11/10/smp-n-3-abiansemal-melatih-anak-didiknya-untuk-mencintai-lingkungan-dengan-diadakannya-lomba-kelas-sehat/</link>
		<comments>http://www.dekritbali.com/2009/11/10/smp-n-3-abiansemal-melatih-anak-didiknya-untuk-mencintai-lingkungan-dengan-diadakannya-lomba-kelas-sehat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 21:23:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dekritbali.com/?p=504</guid>
		<description><![CDATA[BADUNG, dekritbali.com – Setelah sukses menjadi juara Usaha Kesehatan Sekolah ( UKS ) Provinsi Bali, tembus juga sebagai juara di tingkat Nasional SMP N 3 Abian Semal terus meningkatkan mutu kualitas pendidikan di samping tetap memupuk kegiatan ekstra kurikuler yang jumlah nya mencapai 32 jenis ekstra. Untuk menunjang peningkatan mutu kualitas pendidikan tidak sedikit dana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.dekritbali.com/category/pendidikan/"><img class="alignleft" src="http://i694.photobucket.com/albums/vv304/Yadi_photograf/DSC01401.jpg" alt="" width="105" height="149" /></a>BADUNG, dekritbali.com</strong> – Setelah sukses menjadi juara Usaha Kesehatan Sekolah ( UKS ) Provinsi Bali, tembus juga sebagai juara di tingkat Nasional SMP N 3 Abian Semal terus meningkatkan mutu kualitas pendidikan di samping tetap memupuk kegiatan ekstra kurikuler yang jumlah nya mencapai 32 jenis ekstra. Untuk menunjang peningkatan mutu kualitas pendidikan tidak sedikit dana yang harus di keluarkan tetapi menurut Kepala SMP N 3 Abiansemal Drs. I Wayan Sukadana, M.M dengan adanya dana BOS meningkat, untuk oprasional sekolah sudah bisa di penuhi.<span id="more-504"></span></p>
<p>Dalam peningkatan kegiatan ekstra kurikuler sesuai bakat dan minat menurut Sukadana ketika di temui di kantornya kemarin hari Senin tanggal 9 Nopember 2009 menjelaskan, karena banyaknya peminat yang mengikuti kegiatan ini, dan untuk meraih juara di tingkat Nasional maka SMP N 3 Abiansemal tetap mengadakan kegiatan lomba Kelas Sehat, di antara kegiatan lomba yang sudah di lakukan kemarin yaitu dalam rangka Hari Sumpah Pemuda, anak – anak kami ajak untuk di didik dan terlatih peduli terhadap lingkungan dengan cara mengumpulkan sampah pelastik, di lakukan rutin dalam satu bulan sekali setiap minggu pertama dan di ikuti oleh semua, baik itu guru dan juga murid begitu juga masyarakat di sekitar kita ajak untuk peduli dengan cara mengumpulkan sampah pelastik di rumahnya masing – masing terus di akhir bulan di di kumpulkan di sekolah. Untuk pengolahan sampah pelastik tersebut Sukadana menambahkan kita bekerja sama dengan koperasi yang sama &#8211; sama peduli terhadap lingkungan, mereka mengmbil kesekolah setelah terkumpul di timbang. Hasil dari pada penjualan pelastik ini, inilah yang dijadikan untuk merangsang anak – anak mendapatkan hadiah dari lomba kelas sehat ini.</p>
<p><a href="http://www.dekritbali.com/category/pendidikan/"><img class="alignleft" src="http://i694.photobucket.com/albums/vv304/Yadi_photograf/DSC01405.jpg" alt="" width="314" height="235" /></a>Sebagai kepedulian terhadap lingkungan sekolah Sukadana menjelaskan bahwa di sekolah yang dia pimpin sudah memiliki kelompok anak anak pencinta lingkungan yang dalam kegiatannya bertugas mengumpulkan sampah pelastik yang ada di lingkungan sekolah. Lebih lanjut Sukadana yang lulusan S 1 Matematika di Universitas Saraswati ini menekankan bahwa kegiatan utamanya di sekolah ini adalahmemfokuskan untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan. Sekolah kami sebagai juara 1 Provinsi Balikerindangan pada tahun 2006, juara 2 Wiyata Mandala Provinsi Bali 2007, Juara satu UKS Propinsi Bali 2007, dan UKS juara harapan 2 tingkat nasional 2008. Mendapat penghargaan dari Bali travel News karena penataan sekolah kita menerapkan konsep Tri Kita Karana ( tiga penyebab kebahagiaan ).</p>
<p>SMP N 3 Abiansemal yang sukses untuk tahun kemarin 321 lulus 100% , dan untuk ujian tahun mendatang mencapai 390 siswa, dalam kesempatan ini Kami juga sangat berterima kasih terutama untuk pemerintah kabupaten Badung karena sudah konsisten sekali boleh di bilang untuk di Bali pemerintah Badung yang bisa mendampingi dengan dana BOS. Kami dan guru-guru PGRI sering mengusulkan bahwa sarana dan prasarana secara bertahap harus di rubah, bahwa sekarang untuk daerah badung gedung-gedung sekolah sudah mulai bagus di mulai dari sekolah Dasar dan sekarang mulai merambah ke SMP, SMA. Bahkan untuk 2010 ini pemerintah akan mengeluarkan 240 unit computer yang di bagikan untuk sekolah dari tingkat SD sampai SMA termasuk SMK.</p>
<p>Hal yang lainnya memang kedepan ini pemerintah akan lebih banyak untuk mendanai karena dengan imej wancana pendidikan geratis dari pemerintah, tetapi misnya sedikit masyarakat ingin cepat menikmati. Kesenjangan ini kita di bawah yang agak sulit, kalo ada sumbangan sukarela, yang betul-betul di berikan dengan hati yang tulus dan iklas tanpa paksaan dan sebagainya. Asalkan dengan aturan tertentu, program yang jelas dan pemakaian yang jelas dan meningkatkan mutu secara umum di sekolah kan tidak masalah karena pendidikan impestasi jangka panjang. Sukadana menyikapi dengan beredarnya isu pungutan liar, lebih lanjut Sukadana menerangkan bahwa sementara ini bantuan dana BOS belum bisa di maksimalkan untuk kegiatan kita di sekolah seperti kegiatan-kegiatan perlombaan. Personijar, gerak jalan dan lain-lain, lomba-lomba seperti ini cukup banyak menghabiskan dana, kalo kita tidak ikut lomba kita tidak bisa melakukan tolak ukur, apa tolok ukur bahwa sekolah kita berprestasi mampu apa tidak, kalo kita lomba pasti menghabiskan dana dan dana itu tidak boleh mengmbil dari dana BOS, di sinilah peran masyarakat terutama masyakat yang berlebih supaya sadar bahwa pendidikan ini adalah tanggung jawab bersama apalagi yang kita didik termasuk anak-anaknya, kalo memang ada dana bersama-sama silahkan di sumbangkan, bukan sekadar untuk anak-anaknya saja juga membantu anak didik yang orang tuanya kurang mampu.</p>
<p>Lebih lanjut Sukadana menjelsakan peran penting sekolah dalam menyokong untuk kemajuan pendidikan yang berkualitas dan bermutu dengan biaya yang sudah di bantu pemerintah, tetapi  jangan juga di tutup peran masyarakat, karena peran masyarakat sekarang ini masih kita butuhkan, manfaatnya bagi siswa yang orang tuanya tidak mampu betul- betul bisa kita geratiskan ini kuncinya. Selama ini tetap kami melakukan subsidi silang jadi anak-anak yang orang tuanya tidak mampu tidak sampai putus sekolah dan ini berjalan dari dulu dari mulai turunnya dana BOS, apalagi sekarang dengan wajib belajar sembilan tahun berpikirnya kita bagaimana bisa memberikan peluang untuk anak-anak bisa bersekolah. Sukadana mengakhiri.(*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dekritbali.com/2009/11/10/smp-n-3-abiansemal-melatih-anak-didiknya-untuk-mencintai-lingkungan-dengan-diadakannya-lomba-kelas-sehat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelepasan Peserta Jambore Kuartir Cabang Denpasar di SMP Wisata Sanur</title>
		<link>http://www.dekritbali.com/2009/11/04/pelepasan-peserta-jambore-kuartir-cabang-denpasar-di-smp-wisata-sanur/</link>
		<comments>http://www.dekritbali.com/2009/11/04/pelepasan-peserta-jambore-kuartir-cabang-denpasar-di-smp-wisata-sanur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 05:58:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dekritbali.com/?p=413</guid>
		<description><![CDATA[Denpasar, dekritbali.com - Kepala Sekolah SMP Wisata Sanur, Drs. Gusi Made Raka pagi tadi  mengantar siswanya untuk mengikuti kegiatan Jambore Tingkat Kota denpasar, yang di laksanakan setiap satu tahun, dalam acara apel di depan anak didiknya yang ikut sebagai peserta jambore kwartir cabang denpasar yang berjumalah 20 siswa, terdiri dari dua regu 10 putra dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.dekritbali.com/category/hukum-kriminal-3/"><img class="alignleft" src="http://i694.photobucket.com/albums/vv304/Yadi_photograf/DSC01358.jpg" alt="" width="85" height="115" /></a>Denpasar, dekritbali.com -</strong> Kepala Sekolah SMP Wisata Sanur, Drs. Gusi Made Raka pagi tadi  mengantar siswanya untuk mengikuti kegiatan Jambore Tingkat Kota denpasar, yang di laksanakan setiap satu tahun, dalam acara apel di depan anak didiknya yang ikut sebagai peserta jambore kwartir cabang denpasar yang berjumalah 20 siswa, terdiri dari dua regu 10 putra dan 10 putri, Made Raka yang di dampingi Guru Pembina Pramuka SMP Wisata Sanur Made Kartaka, SE. dan Luh Desi, SPd. mengatakan dalam sambutannya.<span id="more-413"></span> “ sebagai pelajar yang terpilih mewakili sekolah kita, hedaknya kalian bisa menjaga nama baik sekolah dengan cara menaati pelaturan dan selalu disiplin,  tidak berbuat sesuatu yang bisa merugikan diri sendiri dan selalu bekerja sama menjaga kekompakan.”</p>
<p><a href="http://www.dekritbali.com/category/hukum-kriminal-3/"><img class="alignleft" src="http://i694.photobucket.com/albums/vv304/Yadi_photograf/DSC01347.jpg" alt="" width="448" height="336" /></a>Selesai melakukan Apel Made raka kepala sekolah yang murah senyum ini, di dampingi Guru Pembina Pramuka Made Kartaka saat di temui di kantornya, menjelaskan akan manfaat anak didik di ikut sertakan dalam kegiatan pramuka, ‘ Kegiatan extra kulikuler di sekolah kami di antaranya adalah kegiatan pramuka, jadi tujuan kami adalah untuk meningkatkan kedisiplinan, mengembangkan potensi yang dimiliki sehingga setelah potensi di kembangkan  lalu kita memberikan kesempatan maka akan tumbuh rasa pecaya diri dari anak anak itu sendiri.” Sebelum mengikuti untuk menjadi peserta dalam kegiatan pramuka baik tingkat kota, propinsi bahkan tingkat Nasional, kami selalu melaksanakan kegiatan pramuka di sekolah sebagai extra kurikuler yang dilaksanaka satu mingu sekali sampai saat ini ada sekitar 70 peserta dari jumlah ini akan di seleksi untuk mengikuiti kegiatan atau perlombaan sebanyak 20 siswa, kemudian kalo ada kegiatan seperti ini baik itu Jambore atau perlombaan maka akan kami berikan pelatihan secara intensive lagi.</p>
<p><a href="http://www.dekritbali.com/category/hukum-kriminal-3/"><img class="alignleft" src="http://i694.photobucket.com/albums/vv304/Yadi_photograf/DSC01351.jpg" alt="" width="448" height="240" /></a>Dari hasil ekstrakurikuler  kegiatan Pramuka dan keikutsertaan dalam kegiatan pramuka, grup pramuka putra SMP Wisata Sanur terpilih sebagai peserta yang mewakili Provinsi Bali Untuk Tingkat Nasional dalam acara Lomba Tinkat ( LT V) yang di laksanakan di Cibubur Jakarta, hal ini di amini oleh Kartaka sebagai guru Pembina, Karataka menjelaskan bahwa ke ikut sertaan dalam kegiatan jambore cabang ini merupakan kegiatan lanjutan setelah mengikuti kegiatan kegiatan pramuka di sekolah, lalu di lakukan seleksi untuk mengikuti kegiatan jamboree baik tingkat kota propinsi bahkan sampai tingkat nasional.</p>
<p><a href="http://www.dekritbali.com/category/pendidikan/"><img class="alignleft" src="http://i694.photobucket.com/albums/vv304/Yadi_photograf/DSC01398.jpg" alt="" width="302" height="235" /></a>SMP Wisata Sanur di bawah kepemimpinan Drs, Gusi Made Raka memiliki kegiatan ekstrakurikuler yang di antaranya kegiatan pramuka, di harapkan setiap kegiatan ada hasil yang baik diantaranya mereka yang mengikuti acara ini memperoleh pengalaman di lapangan, bagai mana mereka dalam menguikuti kegiatan di harapkan  bisa mengepalusi kelebihan apa yang mereka miliki, jadi tugas kita tinggal melihat kelebihan apa yang mereka miliki dan apa yang masih kurang untuk kita perbaiki. Lebih lanjut di jelaskan Pembina pramuka tentang hrapan yang di inginkan setelah mengikuti kegiatan ekstrakrikuler ini, di harapkan anak anak ini bisa lebih mandiri dan bisa mengembangkan dirinya sesuai bakat dan minat, karena kegiatan di jamboree ini diantaranya kegiatan yang bersipat ekonomis produktif di antaranya mereka akan di perkenalkan bagaimana merawat ponsel yang baik, pembuatan poster, pembuatan sablon jadi selama kegiatan 4 hari ini dari tanggal 4 sampai tanggal 7, akan di isi dengan kegiatan kegiatan yang bisa menyalurkan bakat dan minat setiap peserta.(*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dekritbali.com/2009/11/04/pelepasan-peserta-jambore-kuartir-cabang-denpasar-di-smp-wisata-sanur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peningkatan Kualitas Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan</title>
		<link>http://www.dekritbali.com/2009/11/02/peningkatan-kualitas-pendidikan-agama-dan-pendidikan-keagamaan/</link>
		<comments>http://www.dekritbali.com/2009/11/02/peningkatan-kualitas-pendidikan-agama-dan-pendidikan-keagamaan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 03:36:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dekritbali.com/?p=462</guid>
		<description><![CDATA[DENPASAR, dekritbali.com – Untuk meningkatkan mutu peningkatan kualitas pembinaan pendidikan Agama dan pendidikan keagamaan dalam jangka kurun waktu lima tahun kedepan Kanwil Departemen Agama Propinsi Bali bertekad untuk membuat suatu program unggulan.Hal tersebut seperti dikatakan Drs Made Arya, S.Ag kemarin, untuk memantapkan program tersebut bidang dan tujuan sebagai tugas yang di emban oleh Dep Agama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.dekritbali.com/category/pendidikan/"><img class="alignleft" src="http://i694.photobucket.com/albums/vv304/Yadi_photograf/DSC01067.jpg" alt="" width="98" height="120" /></a>DENPASAR, dekritbali.com – Untuk meningkatkan mutu peningkatan kualitas pembinaan pendidikan Agama dan pendidikan keagamaan dalam jangka kurun waktu lima tahun kedepan Kanwil Departemen Agama Propinsi Bali bertekad untuk membuat suatu program unggulan.Hal tersebut seperti dikatakan Drs Made Arya, S.Ag kemarin, untuk memantapkan program tersebut bidang dan tujuan sebagai tugas yang di emban oleh Dep Agama senantiasa bertujuan seirama dengan tuntutan Visi Pendidikan Nasional dalam Sindiknas berhasrat menghasikan insane Indonesia cerdas dan kompetitif. Arya mengatakan kecerdasaan yang dimaksud adalah, cerdas spiritual,  cerdas dan emosional dan social. Sedangkan cerdas disini dimaksudkan, intelektual dan cerdas kinestetik.<span id="more-462"></span></p>
<p><a href="http://www.dekritbali.com/category/pendidikan/"><img class="alignleft" src="http://i694.photobucket.com/albums/vv304/Yadi_photograf/DSC01106.jpg" alt="" width="139" height="186" /></a>“Saya disini sangat mengharapkan khususnya untuk pembangunan SDM Departemen Agama ini, mampu menyumbangkan kostribusi pendidikan agama khususnya dalam mewujudkan dan mengangkat kecerdasan spiritual dan kecerdasaan emosional,”ujarnya. Arya menambahkan, untuk menggolkan  tujuan tersebut tidaklah mudah sejatinya itu semua memerlukan upaya dan strategi serta biaya yang besar serta memerlukan koordinasi dan kerjasama serta memperhatikan seluruh komponen bangsa tak terkecuali pemerintah yang alurnya melalui Departemen Agama.</p>
<p>Dalam hal ini juga Arya menyinggung tentang peningkatan peserta didik disekolah formal dan sekolah umum. Baginya, kendati sekolah tersebut banyak menyediakan mata pelajaran, apabila dikoreksi banyak juga yang memunculkan suatu persoalan maka dari itu pendidikan agama yang belum tertangani dengan baik antara lain pengadaan buku-buku harus dilengkapi. “Saya menguraikan demikian agar SDM manusianya sendiri, sarana pendidikan dan sebagainya berjalan baik,”imbuhnya.</p>
<p>Agar masalah pembangunan agama secara umum dapat berjalan, tentunya ada unsur kesulitan untuk mengukurnya. Hal tersebut dikaitkan setelah masalah itu apakah sudah berhasil atau apabila berhasil seberapa jauh hasil yang dapat dicapai. Arya menuturkan masalah adanya karakter dan sifat agama itu sendiri adalah, abstrak. “Itu semua dapat ditentukan dengan kunci SDM berkualitas pada tataran iman dan takwa pada tuhan,”akunya. Arya menjelaskan, berkaitan dengan fungsi sentral tersebut maka perlu diidentifikasi masalah yang muncul dalam proses pendidikan kantor wilayah dep. Agama propinsi Bali antara lain, masalah pemertaan pendidikan agama termasuk perluasan akses pendidikan belum terwujud.</p>
<p>Arya menguraikan untuk mengatasi masalah yang muncul dalam pelayanan pembinaan pendidikan agama Hindu berdasarkan apa yang telah diuraikan sebelumnya analisa masalah dibuat alternative seperti, terhadap kondisi kekurangan guru sebanyak 3.294 di upayan dengan memanfaatkan guru yang ada secara maksimal diantara sekolah yang berdekatan dan lain-lain. “Untuk mewujudkan arah pembangunan tersebut maka pemerintah musti merancang dan memberikan stimulus yang merata dan berkesinambungan agar bangsa ini maju serta mendukung kwalitas SDM yang agamis dan bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa.”tutupnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dekritbali.com/2009/11/02/peningkatan-kualitas-pendidikan-agama-dan-pendidikan-keagamaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemilihan Putra Putri Sekolah Ajeg Bali Tingkat Provinsi, SMA N 2 Denpasar menjadi juara.</title>
		<link>http://www.dekritbali.com/2009/10/20/pemilihan-putra-putri-sekolah-ajeg-bali-tingkat-provinsi-sma-n-2-denpasar-menjadi-juara/</link>
		<comments>http://www.dekritbali.com/2009/10/20/pemilihan-putra-putri-sekolah-ajeg-bali-tingkat-provinsi-sma-n-2-denpasar-menjadi-juara/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 19:00:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dekritbali.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Denpasar, dekritbali.com. Sekolah kami memperoleh juara Pemilihan Putra Putri Ajeg Bali 2009, silahkan untuk informasi lebih jelas temui Wakasek Humas Ibu Luh Gede Suciati, ujar kepala sekolah SMA N 2 Denpasar Bpk. Drs. Ketut Sunarta, M. Hum. Kami cukup bangga dan merasa senang dengan peraihan ini Sunarta menambahkan, waktu di temui oleh dekritbali di kantornya.
Kebanggaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-83" title="DSC01098 copy" src="http://www.dekritbali.com/wp-content/uploads/2009/10/DSC01098-copy1-150x115.png" alt="DSC01098 copy" width="150" height="115" />Denpasar, dekritbali.com.</strong> Sekolah kami memperoleh juara Pemilihan Putra Putri Ajeg Bali 2009, silahkan untuk informasi lebih jelas temui Wakasek Humas Ibu Luh Gede Suciati, ujar kepala sekolah SMA N 2 Denpasar Bpk. Drs. Ketut Sunarta, M. Hum. Kami cukup bangga dan merasa senang dengan peraihan ini Sunarta menambahkan, waktu di temui oleh dekritbali di kantornya.<span id="more-80"></span></p>
<p>Kebanggaan Kepala sekolah yang murah senyum ini bukan tanpa alasan, setelah kami berhasil menemui Wakasek Humas Ibu Luh Gede Suciati, S.Pd M.Hum yang di dampingi  Ibu Dra. Desak Nym R. Kartini, M.Pd sebagai Pembina Putra Putri Resman. Ibu desak menjelaskan bahwa 2 murid kesayangannya yaitu : I nyoman Pradnya Nugraha dan A.A Sagung Eka Novela Sari, meraih juara dalam perlombaan Pemilihan Putra Putri Ajeg Bali tingkat Provinsi Bali yang di selenggarakan oleh Teenager Project Jakarta, pelaksanaan Green Final di Hotel Green Inna Bali Beach Sanur, pada tanggal 12 Oktober 2009 pembuakaan acara tersebut oleh pihak Dinas Pendidikan dan di ikuti oleh 30 peserta dari berbagai sekolah tingkat SMA se Prov.Bali baik Negeri Maupun Swasta.</p>
<p>Lebih lanjut Kartini menjelaskan bahwa sebelum pelaksanaan Green Final di laksanakan  terlebih dahulu di lakukan seleksi Putra putri Sekolah Ajeg Bali di tingkat kota, pada tanggal 7 Oktober 2009, yang pesertannya dari SMA  Negeri dan swasta se denpasar  kebetulan Anak Kami keluar sebagai juara 1 untuk putra dan juara dua untuk putri nya, setelah berhasil menjadi juara untuk tingkat kota baru di lanjut kan dengan Karantina selama tiga hari di Hotel Dewi Karya. Dalam pelaksanaan karantina ini anak2 kami memperoleh berbagai penggemblengan di antaranya tentang budaya, kepribadian bagai mana mengembangkan potensi seorang siswa bisa cerdas intelektual, cerdas sosial dan juga mampu meng Ajegan Bali kedepannya.</p>
<p>Ibu Desak yang juga sebagai Wakasek Sarana Prasarana, mengatakan kebanggaannya dengan prestai ini, karena menurut beliau yang juga sebagai guru Sosiologi ini, di sekolah nya sudah dari empat tahun lalu mempunyai wadah untuk merekrut siswa yang mempunyai bakat yang berhubungan dengan hal ini yang di namakan Puta Putri Resman, menurut Ibu Desak pemilihan Putra Putri Bali tingkat Provinsi kemarin tidak hanya di lihat dari proformannya saja tetapi juga kemampuan intelektual mereka terbukti dengan harus mampu menggunakan bahasa asing pada saat mereka memperkenalkan diri, dan harus menjawab soal soal yang sudah di siapkan dari panitia dengan di saksikan oleh banyak penonton. Menurut nya penilaian sudah di lakukan mulai dari proses Karantina dan berlanjut sampai pada waktu pelaksanaan Green Final, dan anak2 kami berhasil menjadi juara 1 untuk putra dan juara 2 untuk putri.</p>
<p>Kedepannya di harapkan anak anak kami tetap bisa eksis dalam arti mereka tetap menyadari dirinya sebagai siswa, Ibu Desak mengunkapkan harapannya, jadi jelas belajar sesuai tuntutan kurikulum tetapi tidak melupakan juga bahwa mereka punya potensi untuk di kembangkan. Apalagi tantangan kedepan ini tampak nya kemampuan seseorang itu tidak saja di nilai intelek nya saja tetapi juga kemampuan sosialnya kemampuan di bidang lain itu sangat mendukung untuk keberhasilan seorang anak, jadi kami memberikan media juga peluang untuk lebih menggembleng potensi yang mereka miliki. Sehingga kedepan setelah anak anak ini tamat dari sekaloh ini mereka memiliki keterampilan dan sesuatu yang dapat mereka banggakan itu yang pertama, juga bisa buat modal untuk terjun ke masyarakat nantinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dekritbali.com/2009/10/20/pemilihan-putra-putri-sekolah-ajeg-bali-tingkat-provinsi-sma-n-2-denpasar-menjadi-juara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Orientasi dan Sertipikasi Guru Agama Hindu Sebagai Solusi untuk menunjang Upaya Peningkatan SDM di Bali</title>
		<link>http://www.dekritbali.com/2009/10/13/orientasi-dan-sertipikasi-guru-agama-hindu-sebagai-solusi-untuk-menunjang-upaya-peningkatan-sdm-di-bali/</link>
		<comments>http://www.dekritbali.com/2009/10/13/orientasi-dan-sertipikasi-guru-agama-hindu-sebagai-solusi-untuk-menunjang-upaya-peningkatan-sdm-di-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 19:20:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dekritbali.com/2009/10/13/orientasi-dan-sertipikasi-guru-agama-hindu-sebagai-solusi-untuk-menunjang-upaya-peningkatan-sdm-di-bali/</guid>
		<description><![CDATA[



Denpasar, dekritbali.com &#8211; Wacana peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Hindu saat ini sedang menjadi perbincangan hangat. Peningkatan kualitas pendidikan agama di sekolah juga di pertanyakan dengan adanya kasus minimnya guru agama Hindu. Disampaikan Oleh Drs IGAK Suthayasa, MSi, Kepala Kanwil Departemen Agama Provinsi Bali, dalam berupaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) untuk memenuhi tuntutan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="depag.png" href="http://www.dekritbali.com/wp-content/uploads/2009/10/depag.png"><img src="http://www.dekritbali.com/wp-content/uploads/2009/10/depag.thumbnail.png" alt="depag.png" align="left" /></a><br />
<!--   /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --></p>
<p><!--[if gte mso 10]></p>
<p><mce:style><!    /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}  --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p><strong><span style="font-size: 14pt">D</span></strong><strong><span style="font-size: 14pt">enp</span></strong><strong><span style="font-size: 14pt">a</span></strong><strong><span style="font-size: 14pt">sar, dekritbali.com</span></strong> &#8211; Wacana peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Hindu saat ini sedang menjadi perbincangan hangat.<span> </span>Peningkatan kualitas pendidikan agama di sekolah juga di pertanyakan dengan adanya kasus minimnya guru agama Hindu. Disampaikan Oleh Drs IGAK Suthayasa, MSi, Kepala Kanwil Departemen Agama Provinsi Bali, dalam berupaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) untuk memenuhi tuntutan kualitas guru-guru agama Hindu mulai dari TK sampai ke SMA sering di adakan<span> </span>Orientasi &#8211; orientasi melalui guru atau melalui perkumpulan para guru yang di sebut Kelomok Kerja Guru ( KKG ) juga melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran( MGMP ).<span id="more-37"></span> Dilakukan juga kegiatan sertifikasi guru, sejak tahun 2007 dan dilakukan setiap tahun sehingga total guru Agama Hindu di Bali yang sudah tersertifikasi sampai tahun 2009 sebanyak kurang lebih 4000 guru di tambah guru guru yang merangkap sebagai pendidik mata pelajaran yang lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Lebih lanjut Suthayasa menjelaskan untuk mendukung kualitas SDM pihaknya melengkapi sarana prasarana seperti menyiapkan buku pelajaran, alat peraga alat permainan anak anak di TK, kalo untuk pendidikan ke agamaan sesuai dengan PP NO. 55 Tahun 2007 membagi pendidikan keagamaan menjadi tiga yaitu<span> </span>Pendidikan pasraman pormal, pasraman non pormal dan pasraman inpormal. Pesraman pormal sebuah pasraman yang di laksanakan secara kontiunyu berkesinambungan ada jenjangnya mulai dari pratama widya kasraman TK, Adi widya kasraman SD, mahdiama widya kasraman SMP, utama widya kasraman SMA, ini masih menunggu pelaturan mentri Agama yang menjadi pejabaran lebih lanjut<span> </span>dari PP, belum keluar peraturannya tetapi di bali sudah siap tinggal menunggu PP sebagai payungnya di jelaskan oleh Suthayasa kepada dekrit.cim di kantornya. Lebih lanjut Suthayasa menjelaskan ntuk <span> </span>Pesraman Non Pormal dilakukan kegiatan nyata di lapangan yang di sebut darma sadana, untuk tahun 2009 dilakukan dua kali di karang Asem dan Buleleng di samping nantinya di laksanakan di masing masing pasraman yang sipatnya berkala bisa dilakukan satu minggu sekali atau pada saat liburan sekolah untuk menunjang kualitas pendidikan ada juga sipatnya memberikan bantuan kepada yayasan yang bergerak di bidang pendidikan, dalam bentuk beasiswa seperti kalo SD di Bantu 100 ribu/ bulan, SMP 150 ribu/bulan dan SMA 200 ribu/ bulan yang di berikan per satu tahun sekali kalo untuk Maha siswa S1 di bantu10 juta yang di berikan oleh Kanwil Pusat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Untuk jumlah guru Agama di jelaskan oleh Drs. I Made Arya M. Ag, Kepala Bidang Pendidikan Agama Hindu Kantor Wilayah Departemen Agama Prov. Bali. Untuk SD sampai dengan SMA, jumlah guru tetap kurang lebih 4122 guru, sedangkan untuk guru Honorer sekitar 728 guru yang tersebar di wilayah Bali. Berhubungan dengan peningkatan kualitas Made Arya menambahkan<span> </span>bahwa di jajarannya sedang mengadakan kegiatan Seleksi pengawas berprestasi yaitu petugas yang mengawasi guru Agama Hindu untuk Provinsi Bali, kegiatan ini di ikuti oleh 9 kabupaten kota yang akan di adakan dalam waktu dekat ini untuk <span> </span>seleksinya sudah di mulai dari tanggal 9 September rencana sampai tanggal 13, Kita rencananya besok tanggal 10 September akan melakukan Pendalaman mengenai hal ini ke Batam, rencana di adakannya acara ini bertujuan untuk menjaring SDM yang berkualitas dan handal dalam rangka peningkatan mutu pendidikan Agam Hindu di Sekolah. **</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dekritbali.com/2009/10/13/orientasi-dan-sertipikasi-guru-agama-hindu-sebagai-solusi-untuk-menunjang-upaya-peningkatan-sdm-di-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PERLOMBAAN ROBOT LINE FOLLOWER SMA ( SLUA ) SARASWATI 1 DENPASAR, JUARA II TINGKAT REGIONAL</title>
		<link>http://www.dekritbali.com/2009/10/08/perlombaan-robot-line-follower-sma-slua-saraswati-1-denpasar-juara-ii-tingkat-regional/</link>
		<comments>http://www.dekritbali.com/2009/10/08/perlombaan-robot-line-follower-sma-slua-saraswati-1-denpasar-juara-ii-tingkat-regional/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 14:04:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dekritbali.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Denpasar, dekritbali.com &#8211; Sudah sepantasnya sekolah  penyelenggara pendidikan untuk berbangga apabila anak didiknya berprestasi, apa lagi menjadi murid yang mengangkat nama baik sekolah dengan meraih prestasi, seperti melalui acara sebuah perlombaan. Ini juga di lakukan oleh Drs. I Made Wibawa Kepala sekolah SMA ( SLUA ) Saraswati 1 Denpasar yang di dampingi oleh DR Ir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-89" title="SMA Saraswati" src="http://www.dekritbali.com/wp-content/uploads/2009/10/SMA-Saraswati1-150x106.png" alt="SMA Saraswati" width="150" height="106" />Denpasar, dekritbali.com</strong> &#8211; Sudah sepantasnya sekolah  penyelenggara pendidikan untuk berbangga apabila anak didiknya berprestasi, apa lagi menjadi murid yang mengangkat nama baik sekolah dengan meraih prestasi, seperti melalui acara sebuah perlombaan. Ini juga di lakukan oleh Drs. I Made Wibawa Kepala sekolah SMA ( SLUA ) Saraswati 1 Denpasar yang di dampingi oleh DR Ir Deden Ismail, MSi. Wibawa mengungkapkan kebanggaannya terhadap prestasi yang di raih oleh anak didiknya dalam rangka ikut serta acara perlombaan Robot line Follower yang di gelar oleh Politeknik Negeri Bali, di ikuti oleh atau ruang lingkup regional yaitu setingkat SMA Negeri juga Swasta dari Jawa, Bali dan Nusa tenggara.<span id="more-74"></span></p>
<p>Wibawa menjelaskan kepada dekritbali.com, ketika di temui di kantornya, perlombaan tersebut di ikuti oleh 22 peserta sekolah dari Jawa, Bali dan Nusa tenggara, untuk juara satu di raih oleh SMK Tangerang, sementara anak didiknya menjadi juara dua, berhasil menyisihkan pesaing dari sekolah SMA Negeri baik dari Jawa Bali dan Nusa tenggara. “Kami sangat Bangga karena bagai manapun masalah IT sudah menjadi Ikon kita di SMA Saraswati 1 Denpasar sehingga Kami berharap dengan keterampilan dan kemampuan anak – anak di bidang ini sudah bisa di sejajarkan dengan sekolah – sekolah pavorit lain, bahkan untuk di Bali Kita boleh berbangga sudah melampaui beberapa sekolah Negeri boleh di bilang begitu untuk di bidang IT”.</p>
<p>Deden Ismail menjelaskan mewakili Wibawa bahwa sekolah SMA Saraswati 1 menyediakan Hos Spot gratis untuk anak anak bisa meng akses Internet untuk belajar. Untuk lebih menunjang pendidikan rencananya pihak sekolah juga akan mengganti komputar dengan yang lebih canggih di atas Pentium 4. Sekolah kita juga mulai 6 tahun yang lalu sudah mengeluarkan sertifikat dari keterampilan komputer dan materinya di sesuaikan dengan materi yang ada di sekolah ini, jadi keterampilan dasar komputer sampai penggunaan IT. “Sertifikat kita sudah di akui terbukti ada beberapa lulusan kita mau menjadi PNS di haruskan menyertakan setifikat computer dan sertifikat dari sekolah kita di terima”. Di jelaskan Ismail. Di antaranya materi Penguasaan Word, excel, pengetahuan dasar computer, axces, IT yaitu mencakup multi media termasuk pembuatan Website, desain grafis dan lain lain, di harapkan dengan penguasaan itu semua bisa menjadi dasar buat melanjutkan ke tingkatan yang lebih tinggi, termasuk juga kalo mau terjun langsung ke dunia kerja di harapkan mereka sudah siap.</p>
<p>Lebih lanjut menurut Wibawa bahwa sekolah nya mulai semester ini sudah memasuki Kategori Sekolah Rintisan Mandiri ( KSRM &#8211; red) jadi standar kofetensinya naik menjadi rata – rata 70, baru di anggap tuntas di bidang IT. Sekolahnya juga memiliki beberapa kelas unggulan dimana multi medianya lengkap, masing masing kelas memakai Lcd dan leptop untuk masing – masing pelajar. “Kita terus meningkatkan pelayanan di bidang pembelajaran IT sesuai dengan perkembangan teknologi masa kini, kita tidak ingin statis tapi kita terus dinamis apa yang menjadi perkembangan IT di luar minimal anak – anak kita bisa mendapatkan informasinya lebih awal melalui pembelajaran yang inovatif, kreatif. Termasuk sarana nya pun Kita selalu menyesuaikan dengan tuntutan  perkembangan teknologi terakhir”. Wibawa mengungkapkan harapannya.**</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dekritbali.com/2009/10/08/perlombaan-robot-line-follower-sma-slua-saraswati-1-denpasar-juara-ii-tingkat-regional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SMAN 1 Mengwi, Meraih Piala SISPALA Tingkat Nasional</title>
		<link>http://www.dekritbali.com/2009/10/04/sman-1-mengwi-meraih-piala-sispala-tingkat-nasional/</link>
		<comments>http://www.dekritbali.com/2009/10/04/sman-1-mengwi-meraih-piala-sispala-tingkat-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 13:39:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dekritbali.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Mengwi, dekritbali.com &#8211; Sekolah Menengah Atas memiliki tiga kurikulum pokok pendidikan yaitu Bidang IPA, IPS dan Bahasa, kurikulum ini mencerminkan keinginan dan kebutuhan lingkungan sekolah termasuk masyarakat dan industri. sekolah Menengah Atas Negeri 1 Mengwi di bawah kepemimpinan Drs. I Ketut Sukananta merasa bangga dengan menjadikan kurikulum bidang Bahasa menjadi unggulan dalam pendidikan di sekolahnya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-156" title="DSC00995" src="http://www.dekritbali.com/wp-content/uploads/2009/10/DSC00995-150x99.jpg" alt="DSC00995" width="150" height="99" />Mengwi, dekritbali.com</strong> &#8211; Sekolah Menengah Atas memiliki tiga kurikulum pokok pendidikan yaitu Bidang IPA, IPS dan Bahasa, kurikulum ini mencerminkan keinginan dan kebutuhan lingkungan sekolah termasuk masyarakat dan industri. sekolah Menengah Atas Negeri 1 Mengwi di bawah kepemimpinan Drs. I Ketut Sukananta merasa bangga dengan menjadikan kurikulum bidang Bahasa menjadi unggulan dalam pendidikan di sekolahnya, berdasarkan kebutuhan industri Pariwisata maka kurikulum bidang bahasa ini seperti Bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan Bahasa Jepang menjadi pilihan yang pas untuk mendukung kebutuhan industri pariwisata kedepan imbuhnya.<span id="more-152"></span></p>
<p>Untuk menggolkan program bidang Bahasa ini pihak sekolah mengikut sertakan muridnya dalam setiap event perlombaan baik tingkat Provinsi maupun Nasional prinsifnya kalo sudah tiga kali kita menjadi juara tingkat provinsi maka kita ikut sertakan lomba tingkat Nasional dan semua biaya di tanggung pihak sekolah, “Tahun kemarin Kami telah berhasil meraih penghargaan tiga kali tingkat provinsi dan satu kali tingkat Nasional bidang bahasa Asing.” Ini di sampaikan Sukanata sebagai mantan Instruktur Akutansi Tingkat Nasional dari tahun 1984 s/d 1994 kepada dekrit.com ketika di temui di kantornya.</p>
<p>Kegiatan unggulan lainya lebih lanjut di sampaikan Sukanata yang sudah tujuh tahun memimpin SMANEGERI 1 Mengwi sekolah nya mempunyai kegiatan SISPALA (Siswa Pencinta Alam ) programnya menurunkan sampah pelastik dari Gunung, menurutnya banyak masyarakat yang datang ke gunung tempat peribadatan seperti Gunung Mangu membawapelastik dan di buang sembarangan, padahal kita tahu bahwa sampah pelastik ini butuh ratusan tahun untuk bisa hancur. Jadi tugas kita untuk peduli dengan cara mengambil plastik plastik ini dan di buang ke tempat yang seharusnya, melalui program SISPALA ini semua itu bisa di laksanakan,” Bahaya sampah pelastik itu sangat luar biasa, untuk apa kita hidup gedung bagus tapi kalau lingkungan kotor tidak ada artinya apalagi gunung itu sekarang sumber mata air Denpasar saja kan sekarang sudah kerisis air apalgi kalo di tambah gunung gunungnya penuh dengan sampah pelastik,”. kita bekerja sama dengan pihak seponsor dalam penyediaan kendaraan, kita di Bantu oleh se orang pengusaha Marmer Indah di Bali Pak mulyono yang juga seorang pencinta alam, kita rutin melakukannya satu kali dalam satu bulan dan kita juga telah mendapatkan piala, juara satu tingkat Provinsi dan juara dua tingkat Nasional untuk tahun ini di bidang SISPALA.</p>
<p>Kedepannya karena mendapatkan juara tingkat Nasional menurut Sukanata yang juga mantan Guru di SMA NEGRI 5 Denpasar 1973 dan resmi di angkat tahun 1976 dan pernah menjabat sebagai kepala Sekolah di SMA PETANG dari tahun 2000 s/d 2003, menurut alumnus IKIP Malang yang menamatkan serjana nya di UNUD Singaraja ini  ada yang menawarkan bantuan mesin pengolahan sampah pelastik tugas kita adalah menyediakan lahan untuk program lanjutan tersebut, semoga saja dengan program ini mengangkat potensial murid kita untuk lebih peduli lingkungan dan di bawa nantinya ke tingkat masyrakat umum, bukan saja berprestasi dalam bidang akademi tapi juga berprestasi dalam bidang lainya yang sama pentingnya untuk kehidupan kedepannya .(*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dekritbali.com/2009/10/04/sman-1-mengwi-meraih-piala-sispala-tingkat-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menengok aktifitas SMK NEGERI 1 DENPASAR  TEMPAT “LAHIRNYA” MURID BERPRESTASI BIDANG TEKNOLOGI</title>
		<link>http://www.dekritbali.com/2009/10/03/menengok-aktifitas-smk-negeri-1-denpasar-tempat-%e2%80%9clahirnya%e2%80%9d-murid-berprestasi-bidang-teknologi/</link>
		<comments>http://www.dekritbali.com/2009/10/03/menengok-aktifitas-smk-negeri-1-denpasar-tempat-%e2%80%9clahirnya%e2%80%9d-murid-berprestasi-bidang-teknologi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 13:19:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dekritbali.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Denpasar , Dekribali.com &#8211; Berdiri di atas lahan 2,04 Ha lebih serta berada di kawasan pusat kota, sekolah Teknologi Menengah tertua di Bali itu kini tengah menjadi perhatian masyarakat metro Denpasar bahkan Asian. berbagai opini positif pun mengemuka , maklum SMK NEGERI 1 Denpasar yang berdiri sejak tahun 1962 silam itu dulunya STM Negeri yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="size-thumbnail wp-image-147 alignleft" title="img_header" src="http://www.dekritbali.com/wp-content/uploads/2009/10/img_header-150x22.jpg" alt="img_header" width="150" height="22" />Denpasar , Dekribali.com</strong> &#8211; Berdiri di atas lahan 2,04 Ha lebih serta berada di kawasan pusat kota, sekolah Teknologi Menengah tertua di Bali itu kini tengah menjadi perhatian masyarakat metro Denpasar bahkan Asian. berbagai opini positif pun mengemuka , maklum SMK NEGERI 1 Denpasar yang berdiri sejak tahun 1962 silam itu dulunya STM Negeri yang didirikan atas permintaan Pemerintah Daerah Tingkat 1 Bali, sekarang ini sudah menjadi Rintisan  Sekolah Berstandar Nasional ( RSBI ) dan memiliki ruangan  mencapai 60 kelas. <span id="more-146"></span>Semua ini hasil dari jerih payah pengelola sekolah guru dan orang tua murid di bantu dengan pemerintah, dengan kerja sama seperti itu maka kami dapat terus membangun sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan belajar para siswa, bahkan dalam upaya penambahan gedung baru kami menggunakan tenaga ahli dari guru dan di bantu oleh murid yang membidangi Program Studi Keahlian Teknik Bangunan dan hasilnya sangat memuaskan, “ bisa dilihat sendiri hasilnya “ kami juga berencana untuk membangun ruangan lagi karena mendapatkan bantuan dari pemerintah sebesar 600 juta, di sampaikan  Kepala sekolah SMKN 1 Denpasar Drs. I Gusti Ngurah Wijaya kepda dekritbali.com saat di temui di kantornya, lebih lanjut Wijaya menjelaskan  dalam pendalaman ilmu pengetahuan tidak mungkin bisa mendapatkan hasil yang maksimal meskipun pengajar memiliki kecerdasan dan siswa memiliki daya tangkap yang bagus kalau  tidak di tunjang dengan sarana prasarana yang memadai seperti gedung dan tempat pelatihan, untuk peralatan praktek kami di bantu oleh pemerintah pusat “maka dengan semua itu terpenuhi “ menjadi kan sekolah ini banyak melahirkan murid berprestasi.  Bukti nyata kita selalu menjuarai setiap acara lomba baik di tingkat Provinsi sampai ke tingkat Nasional bahkan Internasional dalam bidang teknologi , di antaranya LKS SMKN 1 Denpasar dapat Piala juara I dan II BRICKLAYING Tingkat Nasional.</p>
<p>Kini sekolah itu makin berbenah diri untuk benar benar memposisikan lembaga itu sebagai abdi masyarakat  dengan memprioritaskan pelayanan pendidikan yang maksimal, dengan adanya sarana dan prasarana yang lengkap sekolah ini selalu di datangi atau di jadikan tempat belajar oleh sekolah – sekolah lain  khususnya dari Provinsi bali bahkan dari luar Bali seperti jawa, Balikpapan, Pontianak, Sumatra bahkan dari luar negeri seperti Australia untuk melakukan Studi Banding, Kami memiliki Visi “ menjadi Sekolah Bersetandar Internasional ( SBI )” dan Misi kami “ menyiapkan tenga terampil tingkat menengah bidang teknik industri yang memenuhi standar kompetensi internasional “. Menurut Wijaya sekolah  kejuruan ini  di fungsikan untuk mengabdi pada masyarakat, faktanya kata Wijaya sekolah ini mengedepankan  aspek pelayanan pendidikan yang maksimal dalam bidang keterampilan, lanjut Wijaya perbekalan juga di berikan kepada semua Guru sebagai pendidik di bidang nya masing – masing, sebagai contoh dalam hal penguasaan komputer sudah dari tahun 2001 guru yang belum menguasai komputer di kursuskan komputer begitu juga dalam hal bahasa Inggris jadi di harapkan semua guru bisa mengoperasikan komputer dan bisa bicara dengan bahasa inggris, intinya setiap guru bisa menguasai di bidangngnya masing &#8211; masing ungkapnya .</p>
<p>Sedangkan dalam bidang  pengembangan diri siswa  kami bekerja sama dengan  banyak perusahaan industri seperti PT. ASTRA, PT. PLN, PT. AUTO 2000 dan banyak lagi bisa di lihat di Website kami di <a href="http://www.smkn1dps.sch.id/">www.smkn1dps.sch.id</a> lebih jelas dikatakan oleh alumnus IKIP Jogja Drs. Gusti Ngurah Wijaya, sekolah mendorong penuh potensi siswa di antaranya di ikut sertakannya murid berprestasi dalam ajang lomba baik tingkat Provinsi, Nasional bahkan Internasional dan kita selalu meraih juara. Dijelaskan Wijaya  yang menjabat sebagai Kepala sekolah sejak tahun 2000 ini, untuk mencapai target SBI selain menyiapkan sarana prasarana, pendidik ahli juga dalam hal manajemen yaitu selalu menepati janji, dalam hal ini kepala sekolah menerapkan standar ISO seri 9001 s/d 2008, kita juga memiliki standar keuangan dan di bantu oleh Masyarakat pengguna jasa dan orang tua peserta didik, dalam hal isi kurikulum menyesuaikan konsep standar daerah untuk standar penilaian di jelaskan Wijaya menerapkan penilaian Formatif dengan melakukan ulangan mingguan dan juga semesteran setiap enam bulan sekali untuk lulusan Kejuruan di lakukan penandatanganan bersama dengan perusahaan industri, dalam hal pencapaian target, kita selalu melakukan studi banding dengan sekolah &#8211; sekolah yang sudah lebih dulu meraih predikat SBI. Disinggung masalah jumlah ke lulusan dan penerimaan murid baru Drs. I Gusti Ngurah Wijaya menjelaskan dengan penuh kebanggaan bahwa siswanya selalu lulus. Seperti tahun 2008 jumlah siswa mencapai 701 dan semuanya lulus 100%, yang lebih membanggakan lulusan sekolah kami banyak yang di terima di Universitas ternama baik di Universitas yang ada di Bali maupun di Jawa dengan nilai penerimaan di atas rata – rata. Untuk tahun ini kami membatasi penerimaan siswa baru hanya 600 terbagi 20 kelas terdiri 2 kelas per program keahlian meskipun yang mendaftar mencapai ribuan.</p>
<p>Dalam hal prestasi di benarkan oleh I Nyoman Mei Arta yang pernah menjuarai sampai di tingkat Asian saat  menjadi siswa dan sekarang menjadi Guru honorer di sekolah itu sebagai pembimbing khusus persiapan menghadapi lomba LKS baik tingkat provinsi,    Nasional bahkan sampai Internasional bidang Teknik, “ ya saya pernah jadi juara  dan saya juga  pernah ikut terjun langsung mendirikan bangunan sekolah ini “ ungkap  Arta sambil menunjukan bukti photo yang ada di mading, di situ terpasang photo – photo kenangan ketika  guru dan murid bersama –sama mendirikan gedung sekolah dan di amini juga oleh Guru yang terjun langsung ke lapangan, bahkan kata guru tersebut beliau sempat juga memberikan pendalaman / pengajaran secara langsung kepada tukang yang ikut serta dalam pembangunan sekolah ini. keikut sertaan murid dalam pembangunan semata mata memberikan kesempatan kepada murid utuk terjun langsung menjadi seorang ahli dalam bidang yang di tekuninya “ ya sebagai ekstra kulikuler “ imbuh Wijaya, yang juga mantan siswa di sekolah yang dia pimpin sekarang, ketika melihat photo – photo kenangan pembangunan gedung yang di lakukan Guru dan murid, tidak ada maksud lain. Harapan kami ke depan adalah bisa tercapainya sekolah kami ini menjadi Sekolah Kejuruan Berstandar Internasional, semoga dengan di beritakan nya sekolah kami ini bisa memberikan sedikit gambaran dan bisa di jadikan pembelajaran bagi sekolah lainnya Wijaya mengungkapkan harapannya.(*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dekritbali.com/2009/10/03/menengok-aktifitas-smk-negeri-1-denpasar-tempat-%e2%80%9clahirnya%e2%80%9d-murid-berprestasi-bidang-teknologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SMA N 1  Kuta Utara, menuju Sekolah Bertarap Internasional</title>
		<link>http://www.dekritbali.com/2009/10/02/sman-2-kuta-utara-menuju-sekolah-bertarap-internasional/</link>
		<comments>http://www.dekritbali.com/2009/10/02/sman-2-kuta-utara-menuju-sekolah-bertarap-internasional/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 14:30:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dekritbali.com/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[Kuta dekritbali.com &#8211; SMAN 2 Kuta Utara di dibawah pimpinan Drs. I Ketut kertha ( Kepsek )  mendapatkan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Rintisan Sekolah Bertarap Internasional ( RSBI ), oleh Dirjen Pendidikan Pusat DR. Rahmat,M.Pd. Pada hari Rabu tanggal  22 juli 2009.
Menurut Dirjen Pendidikan Pusat tujuannya adalah “ ada penilaiyan bagaimana sekolah ini menerapkan Setandar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-164" title="SMAN 1 KUTA UTARA" src="http://www.dekritbali.com/wp-content/uploads/2009/10/SMAN-1-KUTA-UTARA-150x107.jpg" alt="SMAN 1 KUTA UTARA" width="150" height="107" />Kuta dekritbali.com</strong> &#8211; SMAN 2 Kuta Utara di dibawah pimpinan Drs. I Ketut kertha ( Kepsek )  mendapatkan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Rintisan Sekolah Bertarap Internasional ( RSBI ), oleh Dirjen Pendidikan Pusat DR. Rahmat,M.Pd. Pada hari Rabu tanggal  22 juli 2009.</p>
<p>Menurut Dirjen Pendidikan Pusat tujuannya adalah “ ada penilaiyan bagaimana sekolah ini menerapkan Setandar Internasional dalam pendidikan jadi ada keteria yang harus di penuhi, ada pormat khusus untuk di nilai, dalam penilaiyan untuk Kab. Badung sekolah ini ( SMAN2 Kuta Utara, red) dapat nilai yang baik, kedepan yang harus dilakukan bagaimana sekolah ini meningkatkan mutunya untuk memenuhi delapan setandar nasional  pendidikan. <span id="more-163"></span>Meningkatkan kemampuan guru &#8211; gurunya di dalam mengajar, menggunakan bahasa Inggris menjadi salah satu yang harus di tingkatkan sehingga sekolah ini dapat menjamin lulusannya dapat berkomunikasi dalam bahasa Iggris, menggunakan teknologi informasi sebagai alat untuk mempercepat kemampuan belajar guru &#8211; gurunya dan juga mempercepat peningkatan mutu lulusannya.</p>
<p>Di Tanya soal sekolah ini mendapatkan dana s/d lima ratus juta dan bagaimana cara pengawasannya, Beliau menjelaskan “ dalam hal pengawasan sudah ada prosedur yang di tetapkan jadi sekolah ini harus menetapkan programnya terlebih dahulu, kemudian diajukan ke pusat, setelah mendapatkan persetujuan hal itulah yang dijadikan sebagai alat untuk  memantau, dan yang memantau dari pihak direktorat Pembina SMA kemudian juga yang memantau itu dari dinas pendidikan propinsi maupun kabupaten kota “</p>
<p>Kepala sekolah SMAN 2 Kuta Utara menjelaskan setelah selesai acara bahwa       ” RSBI adalah usaha sekolah dalam hal memenuhi criteria sekolah bertarap Internasinal, yang pertama tidak ada dable ship, berarti pemerintah daerah harus membantu, kemudian terakreditasi A  kami sudah lewati, kemudian sekarang adalah bagaimana bilingualnya, semua itu sudah di program dalam melakuakan WorkShop, jadi tugas kami bagaimana mengasah kemampuan berbahasa inggris, bagaimana menggunakan TI kemudian bagai mana juga melakukan pembelajaran yang enjoi yang menyentuh kebutuhan siswa yang memang menjadikan sekolah ini di senangi oleh anak – anak sehingga lebih banyak waktunya  di isi untuk belajar. kan belajar itu bukan pemberian ilmu pengetahuan tetapi ia akan lebih banyak menggali, Nah untuk lebih banyak menggali inilah bawa sekolah harus memperbanyak internet nya kemudian menyediakan nara sumbernya kemudian juga menyiapkan lingkungan yang kondusip”</p>
<p>. Dilihat dari sarana prasarana sekolah untuk daerah Badung, Kepsek mengatakan “ SMAN2 Kuta Utara yang terlengkap, namun demikian kami tetap berupaya, misalnya dengan LCD di dalam kelas, system pembelajaran yang memang harus berkolaborasi, kalo di katakana sangat lengkap memang belum, tetapi kami mengambil contoh untuk wilayah Kabupaten Badung sekolah kami lah yang cukup lengkap sebagai contoh misalnya komputer. Kami belajar tidak belajar tentang komputer tetapi menggunakan computer, kami sudah punya lab komputer, isinya lima puluh komputer sedangkan kelasnya setiap kelas ada empat puluh orang jadi sarana sudah ada tinggal melengkapi saja,</p>
<p>Dalam tahap pertama pemenuhan sarat RSBI minimal dalam satu kelas di isi 32, Kepsek menjelaskan ‘ memang kita belum bisa memenuhi itu, diharapkan ke depan dengan bantuan Pemda untuk penambahan gedung baru dan juga dukungan orang tua siswa pelayanan mana yang di harapkan, walaupun demikian kelas kita isi maksimal 40 jadi masih terjangkau dan ada yang disi 32 murid itu baru dua kelas di kelas satu dan dua kelas di kelas dua.(*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dekritbali.com/2009/10/02/sman-2-kuta-utara-menuju-sekolah-bertarap-internasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
